IMIGRASI POLEWALI MANDAR GAGAS RAKOR TIM PENGAWASAN ORANG ASING TINGKAT KECAMATAN

IMG 20200706 WA0066

IMG 20200706 WA0063

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar menggagas Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) Kabupaten Polewali Mandar, Senin (06/07).

Rapat ini dihadiri oleh Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar, Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, Wishnu Daru Fajar, dan Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar, Habiburrahman.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh perwakilan TNI, Polri, Perwakilan Intansi Vertikal, serta Camat dari delapan Kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar. Kedelapan Kecamatan tersebut adalah Anreapi, Tapango, Matakali, Mapilli, Luyo, Limboro, Bulo, dan Balanipa.

Bupati Polewali Mandar membuka kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Ratih, Polewali, ini. Setelah membuka kegiatan, Bupati Polewali Mandar mengukuhkan Tim PORA tingkat kecamatan di delapan kecamatan tersebut.

Adapun dalam sambutannya, Andi Ibrahim Masdar berharap agar para perwakilan TNI, Polri, Instansi Vertikal, dan Kecamatan yang hadir untuk dapat menjadikan Pengawasan Orang Asing sebagai salah satu prioritas kinerja. Ia mengatakan globalisasi akan mendorong pekerja dan investor asing untuk masuk ke Polewali Mandar di masa mendatang.

"Zaman sekarang semakin cepat, orang asing mudah masuk ke daerah kita, oleh sebab itu saya berharap Bapak Ibu yang hadir di acara ini benar-benar berkoordinasi dalam pengawasan Orang Asing. Kita sekarang tidak bisa lagi acuh terhadap Orang Asing yang masuk," ia berkata.

"Untuk saat Covid ini, memang Orang Asing berkurang yang masuk ke Polman. Kita biasa menerima seratusan WN Jepang yang mempelajari kakao di sini, belum lagi even festival budaya (Pifaf, -red), namun bukan berarti kita boleh lengah," ia melanjutkan.

Menurut Kepala Divisi Keimigrasian, sejatinya koordinasi antar instansi biasa dilakukan dalam mengawal Orang Asing yang berada di Indonesia. Ia menyebut CIQ (Custom, Immigration, dan Quarantine) sebagai salah satu contoh sederhananya.

"Kalau di Bandara atau Pelabuhan Internasional, kita bisa melihat CIQ. Tiga instansi yang berbeda, namun melakukan tujuan yang sama, yakni memastikan Orang Asing yang masuk ke Wilayah Indonesia tidak berbahaya dan memberikan manfaat," jelasnya.

"Setelah lolos CIQ, kita masih terus melakukan pengawasan melalui instansi-instansi terkait, misal apabila WNA itu adalah pekerja, maka Disnaker memiliki andil juga dalam pengawasannya. Misalnya itu pemuka agama, maka Kantor Kementerian Agama ikut mengawasinya, dan seterusnya pada instansi lainnya," papar Wishnu dalam pemaparan materi.

Sebagai penutup, Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar berharap bahwa Tim PORA ini tidak hanya menjadi sekadar seremonial. Ia berjanji akan menunjuk pejabat di jajarannya untuk melakukan tindakan nyata sebagai tindak lanjut pengukuhan Tim PORA tingkat kecamatan ini.

"Semoga ini tidak bersifat seremonial saja, melainkan ada aksi nyata yang berdampak dalam hal pengawasan Orang Asing. Setelah ini saya akan meminta Kasi Intel saya untuk membentuk rencana kerja untuk Tim PORA ini. Hal ini bisa dimulai dengan membuat grup Whats App untuk memudahkan komunikasi," tutupnya.IMG 20200706 WA0068IMG 20200706 WA0068

 

Cetak