KUNJUNGI SULAWESI BARAT, KOMNAS HAM AKAN PANTAU PELAKSANAAN PILKADA DI SULAWESI BARAT

IMG 7139Mamuju (14/2/2017)Hari ini Ketua Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Prof. Hafid Abbas, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Barat.

Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan pemantauan Pemilhan Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Barat.

Seperti diketahui bersama, Provinsi Sulawesi Barat merupakan salah satu Daerah yang melaksanakan Pilkada pada tanggal 15 Februari esok.

Prof.Hafid Abbas saat melakukan kunjungan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat mengharapkan kepada seluruh jajaran di institusi tersebut agar dapat ikut serta dalam mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah di salah satu Provinsi termuda di Indonesia.

“saat ini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia terus berupaya memberikan kontribusi kepada Pemerintah agar pemenuhan hak-hak akan setiap warga negara dapat terpenuhi, tak terkecuali hak akan berdemokrasi dalam memberikan partisipasi pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah” tambah salah satu mantan Direktur Jenderal HAM Kemenkumham R.I tersebut

IMG 7129“Proses Pemenuham HAM bagi setiap warga Negara membutuhkan partisipasi seluruh stakeholder warga Negara, salah satunya memberikan ruang kepada Warga Binaan Pemasyarakatan yang saat ini menempati Lapas dan Rutan di Sulawesi Barat dalam memberikan hak pilihnya pada pelaksanaan Pilkada esok” tuturnya

Hal tersebut ditambahkan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Farid junaedi selaku Plh.Kakanwil saat mendampingi Ketua Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Hak Asasi Manusia Republik mengungkapkan bahwa saat ini jajaran Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat Khususnya di Lapas dan Rutan telah melakukan koordinasi dengan KPU dan Dinas Catatan Sipil setempat dalam rangka pelaksanaan Pilkada Esok.

“bahwa dari jumlah 720 orang penghuni Lapas dan Rutan se-Sulawesi Barat, yang memenuhi syarat untuk memberikan hak pilihnya sebanyak 514 orang, dan selebihnya tercatat sebagai Anak di bawah umur, dan merupakan anggota Kepolisian” tutupnya (Humas/Muh.Kasim)